Sunday, 27 December 2015

MATEMATIKA DASAR

MATEMATIKA DASAR


A.    OPERASI HITUNG
Urutan langkah pengerjaan :
1.                       Dikerjakan operasi dalam kurung terlebih dahulu
2.                       Jika ada Operasi perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu
3.                       Operasi yang sama kedudukannya dikerjakan urut dari depan
   Contoh :
1.                        12 + (14-6) = 12 + 8 = 20      
2.                        2 x 3 – 2 : 2 = 6 – 1 = 5
3.                        12 : 3 x 2 = 4 x 2 = 8
   Tips:
Ø   Untuk menghindari kesalahan perhitungan kerjakanlah soal secara rapi dan urut seperti yang ditunjukkan pada contoh

B.    OPERASI HITUNG DALAM SOAL CERITA
Urutan langkah pengerjaan :
1.    Perhatikan soal secara seksama kemudian ubah soal cerita yang ada ke dalam bentuk soal angka
2.    Kerjakan soal sesuai dengan urutan langkah pengerjaan operasi hitung
Contoh :
1.    Dita mempunyai pensil sebanyak 12 kotak. Setiap kotak berisi 5 buah pensil. Semua pensil yang Dita punya tersebut dibagikan untuk acara amal kepada 30 yatim piatu. Maka setiap yatim piatu mendapat …. Pensil.
Jawab :
12 kotak dengan setiap kotak berisi 5 buah pensil = 12 x 5
Dibagikan 30 anak yatim piatu = : 30
Jadi, 12 x 5 : 30 = 60 : 30 = 2
Maka setiap anak mendapatkan pensil sejumlah 2 buah

     Tips :
Ø Tandailah angka-angka dalam soal cerita supaya lebih mudah mengubahnya dalam bentuk soal angka
Ø Sering-seringlah berlatih dengan berbagai macam soal cerita yang berbeda

C.   OPERASI HITUNG CAMPURAN BILANGAN BULAT
Untuk pengerjaan operasi campuran bilangan bulat tidak berbeda dengan operasi hitung biasa. Tetapi, perhatikanlah operasi hitung setiap angka yang bernilai negatif atau positif.


Perhatikanlah operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat berikut.
I
II
I x II
I : II
(+)
(+)
(+)
(+)
(+)
(-)
(-)
(-)
(-)
(+)
(-)
(-)
(-)
(-)
(+)
(+)

Contoh :
1.      -6 + (-2) x 4 + 8 = -6 + (-8) + 8 = -6 – 8 + 8 = 6
2.      -4 – (16 : (-2)) + 5 = -4 – (-8) + 5 = -4 + 8 + 5 = 9

Tips:
Ø Kerjakanlah soal secara berurutan dan rapi seperti yang ditunjukkan dalam contoh untuk menghindari kesalahan/ketidaktelitian
Ø Pahamilah operasi hitung bilangan bulat yang berada dalam tabel

D.   PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN
1.   Urutan langkah pengerjaan :
2.   Perhatikanlah soal cerita yang ada
3.   Ubahlah soal cerita ke dalam operasi soal angka
4.   Hitunglah operasi angka yang ada
5.   Untuk menghitung penjumlahan dan pengurangan pecahan, samakanlah semua penyebut sehingga bisa dilakukan perhitungan
6.   Sederhanakanlah jawaban hasil perhitungan dengan bentuk yang paling sederhana

Tips:
Ø  Perhatikanlah urutan cara pengerjaan
Ø  Hitunglah pada kertas coret-coretan secara rapi untuk mengurangi ketidaktelitian


E.    PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN
Urutan cara pengerjaan :
(Jika dikerjakan dalam bentuk pecahan)
1.    Jika ada pecahan campuran dalam soal, maka ubahlah pecahan yang ada dengan bentuk pecahan biasa.
2.     Kalikan atau bagilah pecahan biasa-pecahan biasa tersebut.
(Jika dikerjakan dalam bentuk desimal)
1.    Jika ada pecahan campuran dalam soal, maka ubahlah pecahan yang ada dengan bentuk decimal
2.     Kalikan atau bagilah angka-angka desimal tersebut.
Tips :
Ø  Agar dapat mudah mengerjakan, hitunglah dengan cara mengubahnya menjadi pecahan biasa semua.
Ø  Jika terdapat pembagian ubahlah menjadi  perkalian dengan cara membalik angka pecahan biasa yang berada dibelakang pembagi tersebut.

F.    PERBANDINGAN DAN SKALA
Perbandingan
Untuk mencari jumlah suatu benda jika diketahui perbandingan dan jumlah seluruh banyak benda, maka digunakan rumus sbg berikut :
=  x jumlah seluruh benda
Untuk mencari jumlah suatu benda jika diketahui perbandingan dan jumlah selisih, gunakan rumus :
=  x jumlah seluruh benda
Skala
Rumus yang dipakai adalah
Skala =

G.   MENGURUTKAN PECAHAN
Ada dua cara untuk mengurutkan deretan angka pecahan, pertama ubah ke dalam bentuk pecahan desimal semua, atau yang kedua ubahlah kedalam bentuk pecahan biasa.
Contoh :
Urutkan pecahan berikut 0,6 ; 1  ; 15% ; 2  dari yang terbesar ke terkecil
Mengubahnya ke dalam bentuk pecahan desimal
0,6 à 0,6                                   (*3)
1  à  à  à  à 1,25     (*2)
15% à  à 0,15            (*4)
2  à  à  à  à 2,2       (*1)
Maka urutan pecahan dari yang terbesar ke 2 ; 1  ; 0,6 ; 15%

H.   KPK DAN FPB
1.        KPK
KPK dari dua bilangan merupakan bilangan terkecil yang habis dibagi oleh kedua bilangan tersebut.
KPK dapat dicari dengan cara mengalikan faktor prima yang berbeda dengan pangkat tertinggi.
2.        FPB
FPB dari dua bilangan adalah bilangan terbesar yang habis emmbagi kedua bilangan tersebut
FPB dapat dicari dengan cara mengalikan faktor-faktor prima yang sama dan berpangkat kecil.

I.      KPK DAN FPB TIGA BILANGAN
Untuk KPK dan FPB tiga bilangan dapat dicari sesuai dengan langkah-langkah serupa di atas.
Tips :
Ø  Telitilah dalam memfaktorkan suatu bilangan

J.     KPK DALAM SOAL CERITA
Langkah pengerjaan :
1.             Cermatilah soal dan tentukan bilangan yang akan difaktorkan
2.             Setelah jawaban diketahui perhatikanlah dengan seksama pertanyaan yang ada
3.             Tentukan penyelesaian dari permasalahan yang ada dalam soal

K.   FPB DALAM SOAL CERITA
Langkah pengerjaan :
1.             Cermatilah soal dan tentukan bilangan yang akan difaktorkan
2.             Setelah jawaban diketahui perhatikanlah dengan seksama pertanyaan yang ada
3.             Tentukan penyelesaian dari permasalahan yang ada dalam soal

L.    BILANGAN PANGKAT DUA
Untuk bilangan pangkat 2 perhatikan dan hafalkanlah daftar bilangan pangkat 2 berikut
12             = 1
2            = 4
32             = 9
42            = 16
52             = 25
62             = 36
72             = 49
82            = 64
92            = 81
102      = 100
112             = 121
12            = 144
132             = 169
142            = 196
152             = 225
162             = 256
172             = 289
182            = 324
192            = 361
202       = 400
212             = 441
22            = 484
232             = 529
242            = 576
252             = 625
262             = 676
272             = 729
282            = 784
292            = 841
302      = 900

M.  AKAR PANGKAT TIGA DALAM SOAL CERITA
Untuk akar pangkat tiga dalam soal cerita ikutilah rambu-rambu terkait akar pangkat tiga seperti yang dijelaskan di atas.
Contoh :
Air sebanyak 3375 cm3 dapat dituangkan dengan tepat pada bak berbent8uk kubus yang mempunyai panjang rusuk?
V kubus = 3375 maka panjag rusuknya adalah
V = S3 à S =  
S = 15

N.   PENGUKURAN SATUAN WAKTU DAN SATUAN PANJANG
Kesetaraan Satuan Waktu
1 abad                = 100 tahun
1 dasawarsa       = 10 tahun
1 windu             = 8 tahun
1 lustrum            = 5 tahun
1 tahun               = 12 bulan
1 bulan               = 30 hari
1 minggu            = 7 hari
1 hari                  = 24 jam
1 jam                  = 60 menit
1 menit               = 60 detik
Kesetaraan Satuan Panjang


Sumber: